BLOG IGO BERITA KINI PINDAH KE WAVIE-NEWS.TK

Monday, February 23, 2015

'Pak Buwas Bikin Was-was,' Budi Waseso: Itu Risiko

SENIN, 23 FEBRUARI 2015

Pak Buwas Bikin Was-was, Budi Waseso: Itu Risiko

TEMPO.CO , Jakarta: Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Budi Waseso, menyadari namanya sering disebut-sebut di media serta menjadi bahan obrolan masyarakat belakangan ini.

Budi yang baru menjabat sebagai Kabareskrim sejak sebulan lalu itu langsung membuat gebrakan dengan menangkap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto.

Setelah Bambang, Budi menetapkan Ketua KPK Abraham Samad sebagai tersangka kasus dugaan menyuruh memalsukan dokumen atau pembuatan paspor. Menurut dia, tindakannya tersebut justru menunjukkan Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

"Masyarakat melaporkan pada kami, ini respons kami yang cepat, Pak BW ada 4, Pak AS 5, jadi saya tidak serta merta mentersangkakan," ujar Budi di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Ahad, 22 Februari 2015.

Akibat tindakannya tersebut, Budi menyadari turut dijadikan sasaran tembak kemarahan publik. "Kabareskrim jadi sasaran publik, ditulis Pak Buwas bikin was-was. Sebutan saya Pak Buwas karena dari nama saya Budi Waseso," kata dia.

Budi menyatakan siap menerima konsekuensi apapun saat menjalankan tugasnya sebagai Kabareskrim. Dia menyadari kesalahannya sekecil apapun akan menyeruak ke permukaan.Dia juga menanggapi santai telah dilaporkan oleh berbagai masyarakat sipil ke Propam atas tuduhan penyalahgunaan wewenang saat penangkapan Bambang pada 23 Januari 2015 lalu. "Tapi begitulah risiko jadi pejabat," ujarnya.

Berbagai pihak mensinyalir penangkapan Bambang sebagai aksi balas dendam Polri lantaran KPK menetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi pada sepuluh hari sebelumnya. Setelah Bambang, Polri menjerat Ketua KPK Abraham Samad sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen.

Sebagai Kabareskrim, Budi mempunyai program percepatan penanganan kasus. Dia mengaku masih banyak kasus-kasus besar yang timnya tangani. "Ada tiga kasus korupsi dan kasus jaringan narkoba yang sangat besar," ujarnya. Sayangnya, dia enggan membocorkan korupsi tersebut melibatkan siapa saja serta jaringan narkoba mana yang diincar Budi. "Nanti ada waktunya saya umumkan ke media. Saya sudah izin Pak Wakapolri."


LINDA TRIANITA

Source:
http://www.tempo.co/read/news/2015/0...eso-Itu-Risiko



Link: http://adf.ly/13rwBT
FFFFFF

Blog Archive