BLOG IGO BERITA KINI PINDAH KE WAVIE-NEWS.TK

Thursday, March 5, 2015

Terungkap, Mantan Kadisdik DKI ternyata yang Menganggarkan Pembelian UPS

Terungkap, Mantan Kadisdik DKI ternyata yang Menganggarkan Pembelian UPS

Tampaknya Ahok mesti evaluasi diri sendiri pada persoalan kisruh APBD DKI antara dirinya dengan DPRD DKI. Pasalnya, dugaan mark-up sebanyak 12,1 Triliun atas pengadaan UPS di RAPBD 2015, ternyata dilakukan oleh jajaran pemerintahannya sendiri di lingkungan Pemprov DKI.

Ajuan anggaran pengadaan UPS di sekolah SMA di Jakarta Pusat dan Jakarta tersebut dianggarkan oleh mantan Kepala Suku Dinasi Pendidikan Jakarta Pusat, Zainal Soleman, pada tahun 2014, yang sekarang menjadi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. Dikutip dari kompas.com (3/3), Zainal beralibi bahwa pengajuan tersebut dilakukan karena dirinya sering menerima laporan dari kepala sekola mengenai daya listrik yang sering turun atau tidak stabil

"Kepala sekolah sering mengeluh, sering turunnya daya listrik. Kemudian ada perusahaan distributor yang menawarkan UPS tersebut", aku Zainal

Pasalnya, dengan daya listrik yang tidak stabil tersebut, menurutnya, dapat menyebabkan rusaknya peralatan laboratorium atau alat praktik lainnya.

"Kalau listrik matai, alat-alat IT bisa rusak. Selain itu, siswa-siswa SMA di Jakarta Pusat itu dirumahnya selalu pakai AC, kalau mati mereka tidak nyaman", tambhanya

Atas alasan tidak stabilnya daya listrik tersebut, Zaenal mengumpulkan kepala sekolah se-Jakarta Pusat di kantornya pada tanggal 9 September 2014.

"Tanggal 9, kita rapat dengan para kepala sekolah, salah satunya membahas pengadaan saran prasarana, yaitu UPS", tambahnya

Zaenal pun membenarkan adanya pihak swasta untuk pengadaan UPS, yaitu PT Duta Cipta Artha, PT Istana Multimedia Center, dan PT Offisaindo Adhi Pura. Zaenal meminta perusahaan-perusahaan tersebut untuk mempresentasikan kegunaan UPS agar kepala sekolah tertarik untuk memesannya

"Kepala sekolah tersebut pun tertarik (untuk memesan) sehingga mengirimkan surat pengajuan UPS (kepada kami)", tegasnya

http://suarajakarta.co/news/politik/...pembelian-ups/

-------------------------------------------------


Lasro Mengelak Soal UPS, Mantan Kadisdik Jakpus: Mungkin Dia Sedang Kesal

Meskipun mantan Kepala Dinas Pendidikan Pendidikan DKI Jakarta Lasro Marbun berkilah bahwa tidak ada koordinasi terkait pengadaan UPS sebesar 12,1 Triliun rupiah, namun hal tersebut dibantah keras oleh mantan Kepala Suku Dinas Jakarta Pusat, Zainal Soleman. Zainal Soleman, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga tersebut, mengakui bahwa setiap keputusan yang diambil dirapatkan dahulu dengan pimpinan, termasuk juga pengadaan UPS

"Mungkin Pak Lasro sedang kesal jadi berbicara seperti itu. Kalau koordinasi, tentu saja kita akan mengadakan rapat rutin dan UPS ini masuk ke dalam sarana-prasarana. Waktu itu untuk proses lelang memang diserahkan ke masing-masing SKPD", jelasnya sebagaimana dikutip dari kompas.com (3/3)

Zainal menambahkan bahwa saat APBD 2014 silam, penyerapan anggaran memang sangat rendah sehingga Lasro menyarankan agar penyerapan anggaran dilakukan secara maksimal, termasuk menambahkan anggaran dari pembelian UPS tersebut.

"Kita bekerjas sesuai dengan tahapan prosedural. Saat itu memang sudah berada di ambang batas, jadi disarankan untuk melakukan penyerapan anggaran anggaran secara maksimal", tambahnya

Sebelumnya, Lasro Marbun mengelak bahwa dirinya pernah menyetujui pengadaan alat penyedia daya listrik tersebut pada tahun 2014. Bahkan, dirinya mengakui bahwa Kepala Suku Dinas Jakarta Pusat dan Jakarta Barat sama sekali tidak pernah berkoordinasi dengan dirinya.

"Tidak ada. Saya tidak pernah mendapat laporan tertulis. Tidak cuma saya, tetapi juga sekretaris, wakil kepala dinas, dan kepala bidang sarana dan prasarana juga tidak pernah menerima paparan mengenai pengadaan UPS", katanya kepada Kompas.com (4/3)

Untuk mengelak soal adanya persetujuan pengadaan UPS tersebut, Lasro menyampaikan bahwa pernyataan Zaenal di media massa dipelintir. Dirinya mengaku sudah menelepon Zaenal dan Zaenal telah mengklarifikasi langsung kepada dirinya

"Saya sudah telepon beliau (zaenal). Jadi, jangan dikonfrontir lagi. Saya tanya ke beliau, 'saya pernah dapat laporan dari mana? Jangan begitu'. Beliau bilang, 'oh, tidak Pak, penjelasan saya tidak begitu", ujar Lasro

Namun demikian, sampai berita ini diturunkan, pernyataan Zaenal Soleman tentang klarifikasi kepada Lasro Marbun tersebut tidak pernah muncul ke media

http://suarajakarta.co/news/politik/...-sedang-kesal/

----------------------------------------


Bongkar APBD, Ahok Cari Kebenaran Harga UPS dan Tangkap Kejanggalan

Basuki T Purnama (Ahok) kembali menunjukkan bukti contoh 'dana siluman' yang diselipkan oleh DPRD. Terkini, Ahok memperlihatkan angka-angka fantastis tersebut yang ada dalam APBD 2014.

"Sekarang kita lihat saja nih. (Sambil nunjukkin berkas) Ini tahun 2014 hampir semua sekolah, kita ada bukti 55 sekolah itu dianggarkan Rp 6 miliar untuk UPS. Yang menang tender ini bisa begitu banyak. Saya kira ini kita lagi selidikin ini jangan-jangan pemasoknya sama," beber Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2015).

"Satu sekolah pasang UPS sampai Rp 5,8 miliar," imbuhnya.

Menurut Ahok angka dalam pengadaan barang itu sangatlah tidak masuk akal. Untuk memastikan kebenaran harga yang diajukan oknum dewan, suami Veronica Tan itu pun langsung menghubungi salah seorang temannya yang juga memanfaatkan perangkat UPS (Uninterruptible Power Supply) di perusahaannya.

"Teman saya yang mainin komputer begitu canggih itu dia pasang semua UPS yang bisa 45 kva. Itu UPS apa sampai Rp 6,5 miliar?" kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur tersebut pun mengeluarkan ponsel pintar miliknya. Dia langsung membacakan penjelasan dari temannya itu kepada wartawan.

"Saya tanya teman saya yang paling sering main UPS saya tanya sama dia. Dia jawab saya begini: sebagai gambaran UPS di kantor gua pakai UPS kira kira 40 KVA gua bayar Rp 163 juta ini buat pastiin semua komputer 60 unit tidak hilang data kalau listrik mati. Di kantor gua pakai genset yang mati 3 menit kemudian dinyalakan," ucapnya.

"Gua lagi bingung kalau ada UPS miliaran buat sekolah, artinya sekolah DKI lebih advance dari kantor gua yang notabene harus memenuhi standar principal di luar negeri. Terus gua pakai genset 135 KVA dengan otomatis swicth, kalau nggak salah gua bayar 50 ribu USD, kapasitanya bisa nyalain AC central 5 lantai plus lift," lanjut Ahok.

Tentu saja itu membuat Ahok semakin geleng-geleng kepala. Dia menyebut perangkat UPS itu hendak dialokasikan ke sekolah dan kelurahan/kecamatan se-Jakarta Barat.


news.detik.com/read/2015/02/26/211913/2844389/10/bongkar-apbd-ahok-cari-kebenaran-harga-ups-dan-tangkap-kejanggalan


---------------------------

cilaka... ga taunya usulan anak buah sendiri
malu

Link: http://adf.ly/178rxA
FFFFFF

Blog Archive