BLOG IGO BERITA KINI PINDAH KE WAVIE-NEWS.TK

Sunday, April 12, 2015

Kader Terbaik Tersingkir dari DPP PDIP. Bisa diminta bikin "PDIP Superperjuangan"?

Pengurus baru Periode 2015-2020
Rieke, Eva, Pram, Effendi dan Maruarar tersingkir dari DPP PDIP
Minggu, 12 April 2015 05:00 WIB

Kader Terbaik Tersingkir dari DPP PDIP. Bisa diminta bikin PDIP Superperjuangan?
Rieke, Eva, Pram, Effendi dan Maruarar tersingkir dari DPP PDIP - Pengurus baru Periode 2015-2020 - Politisi muda terdepak dari PDIP (Foto: Ilustrasi-lensaindonesia..com)

lensaindonesia..com: Sejumlah politisi muda tersingkir dari struktur baru pengurus DPP Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) periode 2015-2020.

Berdasarkan susunan pengurus baru yang diumumkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri pada rapat paripurna III Kongres IV di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Jumat (10/04/2015) kemarin, nama Maruarar Sirait, Eva Kusuma Sundari, Rieke Diah Pitaloka, Effendi Simbolon dan Pramono Anung tidak lagi terdaftar sebagai pengurus.

Baca juga: Megawati: Kalau tidak mau disebut petugas partai, silakan keluar dan Ini daftar lengkap susunan pengurus baru DPP PDIP periode 2015-2020

Keputusan ketua umum tidak memasukkan nama sejumlah politisi muda tersebut pun mengagetkan sejumlah kader, termasuk politisi senior PDIP, Sabam Sirait.

Bahkan, Sabam sampai langsung meninggalkan arena kongres di Inna Grand Bali Beach Hotel.

Sementara itu, Maruarar Sirait yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga mengatakan, dirinya tidak mempersoalkan namanya yang tak masuk dalam kepengurusan baru. "Saya akan tetap loyal," katanya, Jumat sore.

Politisi yang akrab disapa Ara tersebut yakin Megawati Soekarnoputri telah membuat keputusan yang terbaik. Munculnya nama-nama baru di dalam kepengurusan, menurut dia, adalah bentuk regenerasi. "Banyak anak-anak muda yang bagus kan, ada Sukur, ada Prananda," katanya.

Sebagai kader partai, Maruarar menuturkan, dia harus siap memimpin dan dipimpin. "Saya yakin itu keputusan terbaik," katanya sambil meninggalkan hotel.
http://www.lensaindonesia..com/2015/...-dpp-pdip.html


Megawati: Kalau Tidak Mau Disebut Petugas Partai, Keluar!
Sabtu, 11 April 2015 | 16:33 WIB

Kader Terbaik Tersingkir dari DPP PDIP. Bisa diminta bikin PDIP Superperjuangan?
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membuka Kongres IV PDI-P di Sanur, Bali, Kamis (9/4/2015).

SANUR, KOMPAS.com — Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta semua kadernya yang ada di jajaran eksekutif dan legislatif untuk menjalankan tugas sesuai dengan garis perjuangan partai. Instruksi itu diberikan Megawati tanpa bisa ditawar.

"Sebagai kepanjangan tangan partai, kalian adalah petugas partai. Kalau enggak mau disebut petugas partai, keluar!" kata Megawati dalam pidato penutupan Kongres IV PDI-P, di Sanur, Bali, Sabtu (11/4/2015).

Menurut Megawati, kader partai yang berkecimpung di eksekutif dan legislatif memiliki kewajiban untuk menjalankan instruksi partai.

Ia menyatakan, hal itu merujuk pada UU Partai Politik. Meski demikian, Megawati mengingatkan agar semua kebijakan yang diputuskan harus berpihak pada kepentingan rakyat.

Rakyat, kata Megawati, merupakan elemen penting yang menjadi sumber dan tujuan kerja ideologi. "Wajib dan sudah seharusnya menjalankan instruksi partai, ya begitu," ujarnya.
http://nasional.kompas.com/read/2015...Partai.Keluar.


Setop Campuri Urusan Rumah Tangga PDI Perjuangan
Minggu, 12 April 2015 , 16:43:00

JAKARTA - Keputusan Ketua PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tidak mengajak 4 kadernya seperti Pramono Anung, Maruarar Sirait, Eva Kusuma Sundari dan Rieke Diah Pitaloka dalam jajaran kepengurusan DPP PDI Perjuangan 2015-2020, menuai banyak kecaman dari luar internal partai berlambang banteng bermoncong putih.

Mega dinilai mengambil keputusan nan keliru karena 4 sosok tersebut dicap punya peran penting di PDI Perjuangan selama ini. Namun lain dari yang lain, pengamat politik dari Universitas Indonesia, Indra Novi malah geram dengan pandangan publik mencampuri urusan rumah tangga PDI Perjuangan.

"Kalau soal itu (menilai struktur DPP PDI Perjuangan), saya pikir itu bukan konsumsi orang luar PDIP. Yang tahu permasalahan di dalam tubuh partai itu kan Megawati dan orang-orangnya. Saya pikir, lucu saja mengapa ada yang mau memberikan penilaian rumah tangga orang. Kepentingannya apa? Memang partai dia?" tutur Indra.

Indra mengatakan, struktur kepengurusan partai sangat berbeda dengan kabinet menteri yang bisa dikritik, diberi masukan atau bahkan bebas dihujat.

"Ya kalau pengurus partai sesuai kebutuhan ketua dan partai dong. Ya kalau dia (Mega) pikir ada masalah dengan sosok tertentu, atau ada kader yang dia pikir sudah pantas untuk masuk pengurus pusat, ya suka-suka dia. Kepentingan untuk umum (masyarakatnya) memang apa? PDIP kan partai politik. Kalau ternyata Mega salah, PDIP salah, ya sudah, yang rugi kan PDIP sendiri. Ya kecuali kalau ada kepentingan lain, orang ramai membahas kepengurusan PDIP. Bisa jadi juga titipan dari kader PDIP sendiri," jelas Indra.
http://www.jpnn.com/read/2015/04/12/...PDI-Perjuangan


Kongres IV PDI Perjuangan
Dianggap Hambat Regenerasi, Ini Jawaban Megawati
Kamis, 09 April 2015 | 18:30 WIB

suarasurabaya.net - Dikukuhkan kembali menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri membantah jika proses regenerasi kepemimpinan di partai yang dia pimpin tidak berjalan. Saat ini, kata Mega, regenerasi bahkan terus bergulir di berbagai lini kekuatan PDI Perjuangan.

"Banyak yang menanyakan ke saya, bahwa saya terlalu lama memegang jabatan partai, katanya regenerasi tidak muncul," kata Mega, sesaat setelah dikukuhkan kembali oleh peserta Kongres IV PDI Perjuangan, sebagai Ketua Umum untuk periode 2015-2020, Kamis (9/4/2015).

Menurut Mega, hasil dari berbagai survei sebenarnya menunjukkan jika regenerasi di PDI Perjuangan telah berjalan. Buktinya, di bawah komando Megawati telah menghasilkan banyak kader yang masuk dalam tiga pilar penting yaitu Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.

"Banyak apresiasi bahwa PDIP telah melakukan regenerasi bagi tiga pilar demokrasi tersebut," kata Mega. Untuk regenerasi di pucuk pimpinan partai, Mega mengaku sudah jauh hari melakukan regenerasi, hanya prosesnya memang tidak pernah diumumkan ke media massa.

Mega bahkan mengklaim jika proses regenerasi di partainya lebih maju dibandingkan partai lain. "Sayangnya yang banyak disorot hanya saya saja sehingga dianggap deregenerasi," ujarnya.

Kalaupun dirinya tetap menjadi Ketua Umum Partai, itu semata adalah aspirasi peserta kongres yang merupakan pemegang konstitusi tertinggi di partai
http://politik.suarasurabaya.net/new...waban-Megawati

Megawati pun Khawatir PDIP Bakal di-Golkar-kan
Senin, 30 Maret 2015 , 17:13:00

JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan menggelar kongres pada bulan depan. Namun, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu juga mengaku khawatir akan dipecah-belah melalui konflik internal atau yang kini lebih dikenal dengan istilah di-Golkar-kan

Loh, kok bisa? Menurut Ketua DPP PDIP bidang Hukum, Trimedya Pandjaitan, tentu ada pihak-pihak yang ingin partainya tak solid.

"Ya pasti ada lah (kekhawatiran dipecah-belah, red). Yang selalu kita khawatirkan, partai nasionalis sekarang ini kan PDIP, tentu ada juga yang menginginkan PDIP ini tidak solid," katanya di gedung DPR, Senin (31/3).

Hanya saja, Trimedya menyebut peluang untuk memecah-belah partainya mulai tertutup karena kenferensi daerah (konferda) maupun konferensi cabang (konfercab) PDIP di berbagai wilayah berlangsung aman dan lancar. Artinya, hal yang berpotensi menjadi batu sandungan dalam penyelenggaraan kongres PDIP di Bali nanti sudah dituntaskan.

"Tapi syukur salah satu batu itu selesai kami lakukan, yakni proses konfercab di 508 kabupaten-kota berlangsung baik, dan konferdanya di 33 provinsi berlangsung baik. Bahwa ada upaya-upaya untuk itu (memecah PDIP, red) juga pasti ada," jelasnya.

Wakil ketua Komisi III DPR itu mengakui, kekhawatiran bahwa PDIP akan diganggu juga muncul di benak Megawati. Namun, Trimedya meyakini Megawati mampu mengatasi berbagai potensi yang ingin mengganggu PDIP.

"Tetapi kami meyakini bahwa Bu Mega ini politisi senior, yang badai-badai perpecahan seperti itu sudah cukup terlatih untuk mengatasinya. Beliau (Megawati) sendiri khawatir dan wapada soal itu iya," pungkasnya.
http://www.jpnn.com/read/2015/03/30/...-di-Golkar-kan

----------------------------

Mudah-mudahan kwartet politisi PDIP yang terkenal vokal dan cerdas itu tidak tertarik untuk diming-imingi membuat PDIP Tandingan, seperti Golkar dan PPP itu. Tapi, siapa tahu hati orang?



Link: http://adf.ly/1EZUVi
FFFFFF

Blog Archive